AQIDAH ISLAMIYAH

A. Definisi ‘Aqidah
‘Aqidah (اَلْعَقِيْدَةُ) menurut bahasa Arab (etimologi) berasal dari kata al-‘aqdu (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan, at-tautsiiqu(التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti mengikat dengan kuat.

Sedangkan menurut istilah (terminologi): ‘aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.

Jadi, ‘Aqidah Islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang Prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur-an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma’ Salafush Shalih.

B. Objek Kajian Ilmu ‘Aqidah
‘Aqidah jika dilihat dari sudut pandang sebagai ilmu -sesuai konsep Ahlus Sunnah wal Jama’ah- meliputi topik-topik: Tauhid, Iman, Islam, masalah ghaibiyyaat (hal-hal ghaib), kenabian, takdir, berita-berita (tentang hal-hal yang telah lalu dan yang akan datang), dasar-dasar hukum yang qath’i (pasti), seluruh dasar-dasar agama dan keyakinan, termasuk pula sanggahan terhadap ahlul ahwa’ wal bida’ (pengikut hawa nafsu dan ahli bid’ah), semua aliran dan sekte yang menyempal lagi menyesatkan serta sikap terhadap mereka.

Disiplin ilmu ‘aqidah ini mempunyai nama lain yang sepadan dengannya, dan nama-nama tersebut berbeda antara Ahlus Sunnah dengan firqah-firqah (golongan-golongan) lainnya.

• Penamaan ‘Aqidah Menurut Ahlus Sunnah:
Di antara nama-nama ‘aqidah menurut ulama Ahlus Sunnah adalah:

1. Al-Iman
‘Aqidah disebut juga dengan al-Iman sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur-an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena ‘aqidah membahas rukun iman yang enam dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Sebagaimana penyebutan al-Iman dalam sebuah hadits yang masyhur disebut dengan hadits Jibril Alaihissallam. Dan para ulama Ahlus Sunnah sering menyebut istilah ‘aqidah dengan al-Iman dalam kitab-kitab mereka.

2. ‘Aqidah (I’tiqaad dan ‘Aqaa-id)
Para ulama Ahlus Sunnah sering menyebut ilmu ‘aqidah dengan istilah ‘Aqidah Salaf: ‘Aqidah Ahlul Atsar dan al-I’tiqaad di dalam kitab-kitab mereka.

3. Tauhid
‘Aqidah dinamakan dengan Tauhid karena pembahasannya berkisar seputar Tauhid atau pengesaan kepada Allah di dalam Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma’ wa Shifat. Jadi, Tauhid merupakan kajian ilmu ‘aqidah yang paling mulia dan merupakan tujuan utamanya. Oleh karena itulah ilmu ini disebut dengan ilmu Tauhid secara umum menurut ulama Salaf.

4. As-Sunnah
As-Sunnah artinya jalan. ‘Aqidah Salaf disebut As-Sunnah karena para penganutnya mengikuti jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat Radhiyallahu anhum di dalam masalah ‘aqidah. Dan istilah ini merupakan istilah masyhur (populer) pada tiga generasi pertama.

5. Ushuluddin dan Ushuluddiyanah
Ushul artinya rukun-rukun Iman, rukun-rukun Islam dan masalah-masalah yang qath’i serta hal-hal yang telah menjadi kesepakatan para ulama.

6. Al-Fiqhul Akbar
Ini adalah nama lain Ushuluddin dan kebalikan dari al-Fiqhul Ashghar, yaitu kumpulan hukum-hukum ijtihadi.

7. Asy-Syari’ah
Maksudnya adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya berupa jalan-jalan petunjuk, terutama dan yang paling pokok adalah Ushuluddin (masalah-masalah ‘aqidah).

Itulah beberapa nama lain dari ilmu ‘Aqidah yang paling terkenal, dan adakalanya kelompok selain Ahlus Sunnah menamakan ‘aqidah mereka dengan nama-nama yang dipakai oleh Ahlus Sunnah, seperti sebagian aliran Asyaa’irah (Asy’ariyyah), terutama para ahli hadits dari kalangan mereka.

• Penamaan ‘Aqidah Menurut Firqah (Sekte) Lain:
Ada beberapa istilah lain yang dipakai oleh firqah (sekte) selain Ahlus Sunnah sebagai nama dari ilmu ‘aqidah, dan yang paling terkenal di antaranya adalah:

1. Ilmu Kalam
Penamaan ini dikenal di seluruh kalangan aliran teologis mu-takallimin (pengagung ilmu kalam), seperti aliran Mu’tazilah, Asyaa’irah dan kelompok yang sejalan dengan mereka. Nama ini tidak boleh dipakai, karena ilmu Kalam itu sendiri merupa-kan suatu hal yang baru lagi diada-adakan dan mempunyai prinsip taqawwul (mengatakan sesuatu) atas Nama Allah dengan tidak dilandasi ilmu.

Dan larangan tidak bolehnya nama tersebut dipakai karena bertentangan dengan metodologi ulama Salaf dalam menetapkan masalah-masalah ‘aqidah.

2. Filsafat
Istilah ini dipakai oleh para filosof dan orang yang sejalan dengan mereka. Ini adalah nama yang tidak boleh dipakai dalam ‘aqidah, karena dasar filsafat itu adalah khayalan, rasionalitas, fiktif dan pandangan-pandangan khurafat tentang hal-hal yang ghaib.

3. Tashawwuf
Istilah ini dipakai oleh sebagian kaum Shufi, filosof, orientalis serta orang-orang yang sejalan dengan mereka. Ini adalah nama yang tidak boleh dipakai dalam ‘aqidah, karena merupakan pe-namaan yang baru lagi diada-adakan. Di dalamnya terkandung igauan kaum Shufi, klaim-klaim dan pengakuan-pengakuan khurafat mereka yang dijadikan sebagai rujukan dalam ‘aqidah.

Penamaan Tashawwuf dan Shufi tidak dikenal pada awal Islam. Penamaan ini terkenal (ada) setelah itu atau masuk ke dalam Islam dari ajaran agama dan keyakinan selain Islam.

4. Ilaahiyyat (Teologi)
Illahiyat adalah kajian ‘aqidah dengan metodologi filsafat. Ini adalah nama yang dipakai oleh mutakallimin, para filosof, para orientalis dan para pengikutnya. Ini juga merupakan penamaan yang salah sehingga nama ini tidak boleh dipakai, karena yang mereka maksud adalah filsafatnya kaum filosof dan penjelasan-penjelasan kaum mutakallimin tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala menurut persepsi mereka.

5. Kekuatan di Balik Alam Metafisik
Sebutan ini dipakai oleh para filosof dan para penulis Barat serta orang-orang yang sejalan dengan mereka. Nama ini tidak boleh dipakai, karena hanya berdasar pada pemikiran manusia semata dan bertentangan dengan Al-Qur-an dan As-Sunnah.

Banyak orang yang menamakan apa yang mereka yakini dan prinsip-prinsip atau pemikiran yang mereka anut sebagai keyakinan sekalipun hal itu palsu (bathil) atau tidak mempunyai dasar (dalil) ‘aqli maupun naqli. Sesungguhnya ‘aqidah yang mempunyai pengertian yang benar yaitu ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang bersumber dari Al-Qur-an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih serta Ijma’ Salafush Shalih.

Iklan

Tipe Data


DEFINISI TIPE DATA 

Tipe data adalah jenis data yang mempunyai batasan tempat dan karakteristik sesuai dengan interprestasi data dan dapat diolah oleh komputer untuk memenuhi kebutuhan dalam pemrograman komputer. Tipe data pada umumnya termasuk tipe data primitif, yaitu interger, floating point number dan character (string). Kumpulan dari tipe data primitif yang sejenis juga dapat disatukan dalam sebuah blok yang disebut array. Setiap variabel atau konstanta yang ada dalam kode program, sebaiknya kita tentukan dengan pasti tipe datanya. Ketepatan pemilihan tipe data pada variabel atau konstanta akan sangat menentukan pemakaian sumberdaya komputer (terutama memori komputer). Salah satu tugas penting seorang programmer adalah memilih tipe data yang sesuai untuk menghasilkan program yang efisien dan berkinerja tinggi. 

JENIS-JENIS TIPE DATA

Didalam bahasa pemograman sebenarnya terdapat banyak jenis-jenis tipe data, namun tipe data yang tersedia tergantung dari jenis bahasa pemrograman yang dipakai. Berikut ini tipe data umum yang biasa dipakai dalam mempelajari bahasa pemrogrman.  

1. Tipe data primitive (Sederhana)        

Tipe data primitive adalah Tipe data yang mampu menyimpan satu nilai tiap satu variabel. Tipe data primitive merupakan tipe data dasar yang sering dipakai oleh program. Contoh tipe data primitive  adalah tipe numerik (integer dan real), tipe data karakter/char, tipe data boolean. 

A. Numeric     

Tipe data numeric digunakan pada variabel atau konstanta untuk menyimpan nilai dalam bentuk angka.  Tipe data ini terbagi atas integer, dan real.         

a. Integer      

Integer Merupakan tipe data berupa bilangan bulat, terbagi atas beberapa kategori seperti table dibawah ini :

b. Real       

Real adalah bilangan yang berisi titik desimal atau jenis bilangan pecahan. 

B. Karakter (char)      

Karakter merupakan tipe data yang hanya mampu menyimpan 1 digit karakter.  Ukuran untuk tipe data karakter adalah 1 byte (1 byte = 8 bit). Adapun macam karakter yang ada sejumlah 256 macam karakter yaitu dari kode karakter (ASCII), 0 sampai dengan 255. Untuk penulisan karakter menggunakan tanda petik tunggal (‘ )  di depan dan belakang karakter yang ditulis. Contoh : ‘a’, ‘A’,’&’ dll. Nilai-nilai yang termasuk karakter adalah :        

  • a. Karakter huruf : ‘a’..’z’,’A’..’Z’       
  •  b. Karakter angka : ‘0’..’9’         
  • c. Karakter tanda baca : titik, koma, titik koma, titik dua dan sebagainya        
  • d.  Karakter khusus : $, %, #, @ dan sebagainya. 

C.  Boolean      

Boolean merupakan tipe data logika, yang berisi dua kemungkinan nilai: TRUE (benar) atau FALSE (salah). Tipe data boolean memakai memori paling kecil. 
2. Tipe data Composite     

Tipe Data Komposit merupakan tipe data yang dapat menampung banyak nilai, antara lain sebagai berikut. 

A. Array      

Array atau sering disebut sebagai larik, adalah tipe data yang sudah terstruktur dengan baik, meskipun masih sederhana. Array mampu menyimpan sejumlah data dengan tipe yang sama (homogen) dalam sebuah variabel. Sebagai ilustrasi, array mampu menampung banyak data namun dengan satu tipe data yang sama, misalnya integer saja. Setiap lokasi data array diberi nomor indeks yang berfungsi sebagai alamat dari data tersebut. 

B. Record atau struct      

Seperti halnya Array, Record atau Struct juga termasuk tipe data komposit. Record dikenal dalam bahasa Pascal/Delphi sedangkan Struct dikenal dalam bahasa C++. Berbeda dengan array, tipe data record mampu menampung banyak data dengan tipe data berbeda-beda (heterogen). Misalnya, satu bagian integer, satu bagian lagi character, dan bagian lainnya Boolean. Biasanya record digunakan untuk menampung data suatu obyek. Misalnya, siswa memiliki nama, alamat, usia, tempat lahir, dan tanggal lahir. Nama akan menggunakan tipe data string, alamat bertipe data string, usia bertipe data single (numeric), tempat lahir bertipe data string, dan tanggal lahir bertipe data date. Berikut ini contoh pengunaan record dalam Delphi. 

C. Image       

Image, atau gambar, atau citra, merupakan tipe data grafik. Misalnya grafik perkembangan jumlah siswa SMK, foto keluarga kita, video perjalanan, dan lain-lain. Pada bahasa-bahasa pemrograman modern terutama yang berbasis visual, tipe data ini telah didukung dengan sangat baik. 

D. Date Time      

Nilai data untuk tanggal (date) dan waktu (time) secara internal disimpan dalam format yang spesifik. Variabel atau konstanta yang dideklarasikan dengan tipe data Date dapat digunakan untuk menyimpan, baik tanggal maupun jam. Tipe data ini masuk dalam kelompok tipe data composite, karena merupakan bentukan dari beberapa tipe data. 

E. Object     

Tipe data object digunakan untuk menyimpan nilai yang berhubungan dengan obyek-obyek yang disediakan oleh Visual Basic, Delphi, dan bahasa pemrograman lain yang berbasis GUI. Sebagai contoh, apabila mempunyai form yang memiliki control Command button, yang kita beri nama Command1. 

F. Subrange     

Tipe data subrange merupakan tipe data bilangan yang mempunyai jangkauan nilai tertentu sesuai dengan yang ditetapkan programmer. Biasanya, tipe data ini mempunyai nilai batas minimum dan nilai batas maksimum. Tipe data ini didukung dengan sangat baik dalam Delphi.

Program sederhana menghitung dalam bahasa c++

Ini adalah contoh sederhana menghitung menggunakan bahasa program c++, sebelumnya anda harus mendownload dan meinstall terlebih dahulu c++. Di blog saya sebelum-sebelumnya terdapat link download dan cara meinstall borland c++ builder 6, Silahkan dikunjungi lihat dan pelajari. Tetapi bagi anda yang sudah mempunyai dan meinstall c++, langsung saja ketikan syntax dibawah ini pada softwer c++ anda.
1. Luas Lingkaran

  Int main ()

{

Int r;

Float luas;

Printf (“jari-jari=”);scanf(“%d”,&r);

Luas = r*r*3.14;

Printf(“luas lingkaran = %2.2f”,luas);

Getch ();

return 0;

}
2.  Keliling Persegi Panjang

Int main ()

{

Int p,l;

Float keliling;

Printf(“panjang persegi=”);scanf(“%d”,&p);

Printf(“lebar persegi=”);scanf(“%d”,&l);

Keliling = 2*(p+l);

Printf(“keliling persegi panjang =%2.2f”,keliling);

Getch();

Return 0;
3. Keliling Balok

Int main()

{

Int p,l,t;

Float keliling;

Printf(“panjang balok=”);scanf(“%d”,&p);

Printf(“lebar balok=”);scanf(“%d”,&l);

Printf(“tinggi balok=”);scanf(“%d”,&t);

Keliling = 4*(p+l+t);

Printf(“keliling balok =%2.2f,keliling);

Getch ();

Return 0;
4. Volume balok

Int main()

{

Int p,l,t;

Float volume;

Printf(“panjang balok=”);scanf(“%d”,&p);

Printf(“lebar balok=”);scanf(“%d”,&l);

Printf(“tinggi balok=”);scanf(“%d”,&t);

Volume = p*l*t;

Printf(“volume balok=%2.2f”,volume);

Getch ();

Return 0;
Keterangan :

  1.  Printf merupakan sebuah fungsi dalam file header <stdio. h>. Printf digunakan untuk membuat sebuah output berupa tampilan. 
  2. scanf merupakan sebuah fungsi dalam file header <stdio.h> juga yang berfungsi untuk menerima inputan dari user.
  3. Int berfungsi untuk menampung nilai
  4. %d berfungsi untuk menggantikan nilai int
  5. Getch berfungsi untuk menghentikan suatu proses yang berjalan
  6. Return 0 berfungsi untuk mengembalikan nilai

MANUSIA dan AGAMA

A. MANUSIA
1.    Pengertian Manusia dalam Alqur’an

Quraish Shihab mengutip dari Alexis Carrel dalam “Man the Unknown”, bahwa banyak kesukaran yang dihadapi untuk mengetahui hakikat manusia, karena keterbatasan-keterbatasan manusia sendiri.

Istilah kunci yang digunakan Al-Qur’an untuk menunjuk pada pengertian manusia menggunakan kata-kata basyar al-insan, dan ann-nas.

Kata basyar disebut dalam Al-Qur’an 27 kali. Kata basyar menunjuk pada pengertian manusia sebagai makhluk biologis (QS Ali ‘Imran [3]:47) tegasnya memberi pengertian kepada sifat biologis manusia, seperti makan, minum, hubungan seksual dan lain-lain.

Kata al-insan dituturkan sampai 65 kali dalamAl-Qur’an yang dapat dikelompokkan dalam tiga kategori. Pertama al-insan dihubungkan dengan khalifah sebagai penanggung amanah (QS Al-Ahzab [3]:72), kedua al-insandihubungankan dengan predisposisi negatif dalam diri manusia misalnya sifat keluh kesah, kikir (QS Al-Ma’arij [70]:19-21) dan ketiga al-insandihubungkan dengan proses penciptaannya yang terdiri dari unsur materi dan nonmateri (QS Al-Hijr [15]:28-29). Semua konteks al-insan ini menunjuk pada sifat-sifat manusia psikologis dan spiritual.

Kata an-nas yang disebut sebanyak 240 dalam Al-Qur’an mengacu kepada manusia sebagai makhluk sosial dengan karateristik tertentu misalnya mereka mengaku beriman padahal sebenarnya tidak (QS Al-Baqarah [2]:8)[1]

Dari uraian ketiga makna untuk manusia tersebut, dapatdisimpulkan bahwa manusia adalah mahkluk biologis,psikologis dan sosial. Ketiganya harus dikembangkan dan diperhatikan hak maupun kewajibannya secara seimbang dan selalu berada dalam hukum-hukum yang berlaku (sunnatullah).

2.    Tujuan Penciptaan Manusia

Kata “Abdi” berasal dari kata bahasa Arab yang artinya memperhambakan diri, ibadah (mengabdi/memperhambakan diri). Manusia diciptakan oleh Allah agar ia beribadah kepada-Nya. Pengertian ibadah di sini tidak sesempit pengertian ibadah yang dianut oleh masyarakat pada umumnya, yakni kalimat syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji tetapi seluas pengertian yang dikandung oleh kata memperhambakan dirinya sebagai hamba  Allah. Berbuat sesuai dengan kehendak dan kesukaann (ridha) Nya dan menjauhi apa yang menjadi larangan-Nya.[3]

3.    Fungsi dan Kedudukan Manusia

Sebagai orang yang beriman kepada Allah, segala pernyataan yang keluar dari mulut tentunya dapat tersingkap dengan jelas dan lugas lewat kitab suci Al-Qur’an sebagai satu kitab yang abadi. Dia menjelaskan bahwa Allah menjadikan manusia itu agar ia menjadi khalifah (pemimpin) di atas bumi ini dan kedudukan ini sudah tampak jelas pada diri Adam (QS Al-An’am [6]:165 dan QS Al-Baqarah [2]:30) di sisi Allah menganugerahkan kepada manusia segala yang ada dibumi, semula itu untuk kepentingan manusia (ia menciptakan untukmu seluruh apa yang ada dibumi ini. QS Al-Baqarah [2]:29). Maka sebagai tanggung jawab kekhalifahan dan tugas utama umat manusia sebagai makhluk Allah, ia harus selalu menghambakan dirinya kepada Allah swt.
B.  AGAMA

1.    Pengertian Agama

Kata agama dalam bahasa Indonesia berarti sama dengan “din” dalam bahasa Arab dan Semit, atau dalam bahasa Inggris “religion”. Dari arti bahasa (etimologi) agama berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti tidak pergi, tetap ditempat, diwarisi turun temurun. Sedangkan kata “din” menyandang arti antara lain menguasai, memudahkan, patuh, utang, balasan atau kebiasaan.

Secara istilah (terminologi) agama, seperti ditulisoleh Anshari bahwa walaupun agama, din, religion, masing-masing mempunyai arti etimologi sendiri-sendiri, mempunyai riwayat dan sejarahnya sendiri-sendiri, namun dalam pengertian teknis terminologis ketiga istilah tersebut mempunyai makna yang sama, yaitu:

a. Agama, din, religion adalah satu sistem credo (tata keimanan atau tata keyakinan) atas adanya Yang Maha Mutlak diluar diri manusia;

b. Agama juga adalah sistem ritus (tata peribadatan) manusia kepada yang dianggapnya Maha Mutlak tersebut.

c. Di samping merupakan satu sistema credo dan satu sistema ritus, agama juga adalah satu sistem norma (tata kaidah atau tata aturan) yang mengatur hubungan manusia sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam lainnya, sesuai dan sejalan dengan tata keimanan dan tata peribadatan termaktub diatas.

Menurut Durkheim, agama adalah sistem kepercayaan dan praktik yang dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal yang kudus. Bagi Spencer, agama adalah kepercayaan terhadap sesuatu yang Maha Mutlak. Sementara Dewey, menyatakan bahwa agama adalah pencarian manusia terhadap cita-cita umum dan abadi meskipun dihadapkan pada tantangan yang dapat mengancam jiwanya; agama adalah pengenalan manusia terhadap kekuatan gaib yang hebat.
Dengan demikian, mengikuti pendapat Smith, tidak berlebihan jika kita katakan bahwa hingga saaat ini belum ada definisi agama yang benar dan dapat ditarima secara universal.[6]

2. Syarat-Syarat Agama

a.    Percaya dengan adanya Tuhan

b.    Mempunyai kitab suci sebagai pandangan hidup umat-umatnya

c.    Mempunyai tempat suci

d.   Mempunyai Nabi atau orang suci sebagai panutan

e.    Mempunyai hari raya keagamaan

3.    Unsur-Unsur Agama

Menurut Leight, Keller dan Calhoun, agama terdiri dari beberapa unsur pokok:

  •  Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi
  •  Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
  •  Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama sesuai dengan ajaran agam.
  • Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
  • Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama

4.    Fungsi Agama

  •  Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
  • Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
  • Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah
  • Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
  • Pedoman perasaan keyakinan
  • Pedoman keberadaan
  • Pengungkapan estetika (keindahan)
  • Pedoman rekreasi dan hiburan
  • Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.

Pengantar Sistem Informasi (bagian 7)

Rangkuman catatan

EDP ( Electronic Data Processing)
TI (IT) — ruang lingkup : 

  1. Technic Input
  2. Technic Output
  3. Technic Softwere
  4. Storage Technic
  5. Processing mechine
  6. Technic telecommunication

TI — Bisnis : 

  1. Srategi biaya = penggunaan TI bisa mengurangi biaya. Proses, pemasok atau distribusi dll…
  2. Srategi differential = fitur-fitur TI bisa membedakan produk atau layanan. Perbedaan antara persaingan. 
  3. Strategi inofasi = pembuatan layanan-layanan baru.
  4. Strategi pertumbuhan
  5. Strategi aliansi = membangun kolaburasi untuk bisnis.

Kecenderungan TI — SI

  1. Mempercepat akses dan kapasitas komponen-komponen elektronik
  2. Ketersedian informasi yang banyak
  3. Konektivitas meningkat
  4. Kemudahan penggunaan dengan TI

Contoh SI

  1. e-commerce
  2. Eksekutif Information System (EIS)
  3. Expert System (ES)
  4. Strategic Information System ( SIS)
  5. Business Intelegent (BI)
  6. Costumer relationship management (CRM)
  7. Management rantai pasok 
  8. Enterprise resource planning (ERP)

Ukuran Data

  1. Bit = binary digit –> 0 1 , Bit adalah unit terkecil dari data yang menggunakan komputer. Hal ini dapat digunakan untuk mewakili dua negara bagian informasi, seperti Ya atau Tidak.
  2. Byte =  adalah sama dengan 8 Bits. Sebuah Byte bisa mewakili 256 negara bagian informasi, misalnya, angka atau kombinasi angka dan huruf. 1 Byte bisa sama dengan satu karakter. 10 Bytes bisa jadi setara dengan sebuah kata. 100 Bytes akan sama dengan kalimat rata-rata. 

Ex : 0  0  0  0  0  0  0  0  =  128  64  32  16  8  4  2  1

Jika ingin mengirim : 

1     = 0  0  0  0  0  0  0  1

2     = 0  0  0  0  0  0  1  0

3     = 0  0  0  0  0  0  1  1

4     = 0  0  0  0  0  1  0  0

67   = 0  1  0  0  0  0  1  1

172 = 1  0  1  0  1  1  0  0

168 = 1  0  1  0  1  0  0  0

111 = 0  1  1  0  1  1  0  1

Disk Storage

· 1 Bit = Binary Digit

· 8 Bits = 1 Byte

· 1000 Bytes = 1 Kilobyte

· 1000 Kilobytes = 1 Megabyte

· 1000 Megabytes = 1 Gigabyte

· 1000 Gigabytes = 1 Terabyte

· 1000 Terabytes = 1 Petabyte

· 1000 Petabytes = 1 Exabyte

· 1000 Exabytes = 1 Zettabyte

· 1000 Zettabytes = 1 Yottabyte

· 1000 Yottabytes = 1 Brontobyte

· 1000 Brontobytes = 1 Geopbyte

pengantar Sistem Informasi (bagian 6)

HIRARKI DATA 

Hirarki data adalah sebuah piramid yang menunjukkan bagaimana data disusun dari unit yang kecil kepada unit yang besar dan kemudian membentuk sebuah pangkalan data.

Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :

  1. Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
  2. Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (= 2 pangkat 8).
  3. Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Field merupakan sekumpulanbyte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang merupakan field nama.  Jadi fieldibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
  4. Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Gambar 1 merupakan contoh dari record. Jadi record ibarat kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti, misal gambar 1 mewakili kalimat: Joni memenmpuh mata kuliah MIS (kode IS101) dengan nilai A.                 
  5. File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel yang berarti, misal gambar 2 mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.                                                                                                                            
  6. Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen, kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi akademik. Contoh suatu database sederhana ditunjukkan oleh gambar 3.

Hirarki semua data diatas ditunjukkan pada gambar 4.                                        

Pengantar Sistem Informasi (bagian 5)


Klasifikasi Sistem Informasi

  1. Berdasarkan level organisasi
  2. Berdasarkan aktivitas manajemen
  3. Berdasarkan fungsionalitas bisnis

1. Sistem Informasi berdasarkan level organisasi

  • Sistem Informasi Departemen, sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah departemen. Contoh : Sistem Informasi SDM (human resource information system)
  • Sistem Informasi Perusahaan, sistem terpadu yang dapat digunakan oleh sejumlah departemen secara bersama-sama. Contoh : sistem informasi Perguruan Tinggi
  • Sistem Informasi Antar Organisasi, sistem informasi yang menghubungkan dua organisasi atau lebih. Contoh : perdagangan elektronis (eCommerce)

Menurut Kroenke (1992), system informasi dalam sebuah organisasi dibagi dalam 3 kelompok, antara lain :

  •  Sistem Informasi Pribadi
  •  Sistem Informasi Kelompok Kerja (workgroup information system)
  •  Sistem Informasi Perusahaan (enterprise information system)

2. Sistem Informasi berdasarkan aktivitas manajemen

  • Sistem Informasi Pengetahuan, sistem informasi yang mendukung aktifitas pekerja pengetahuan.
  • Sistem Informasi Operasional, sistem informasi yang berurusan dengan operasi organisasi sehari-hari. 
  • Sistem Informasi Manajerial, sistem informasi yang menunjang kegiatan-kegiatan yang bersifat manajerial.
  • Sistem Informasi Strategis, sistem informasi yang digunakan untuk menangani masalah-masalah strategis dalam organisasi.

3. Sistem Informasi berdasarkan fungsionalitas bisnis

  • Sistem Informasi Keuangan, sistem informasi yang meneyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan. 
  1. SI yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan yang menyangkut keuangan perusahaan.
  2. Misal : Cash Flow dan informasi pembayaran
  • Sistem Informasi Manufaktur, sistem informasi yang bekerja sama dengan sistem informasi lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan.
    Subsistem:
  1. Intelejen keuangan
  2. Audit internal
  3. Pemrosesan transaksi
  4. Peramalan dan perencanaan keuangan
  5. Manajemen data
  6. Pengendalian keuangan
  • Sistem Informasi Pemasaran, sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran.
    Subsistem:
  1. ROP (reoder point)
  2. MRP (material requirepments planning)
  3. MRP II (material requipments planning)
  4. JIT (just-in-time)
  5. CIM (computer intergrated manufacturing)
  • Sistem Informasi Akuntansi, sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi Akuntansi. Sistem ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan. 

         Subsistem: 

  1. Pemrosesan pesanan penjualan atau pengolahan penjualan (sales order processing)
  2. Pemrosesan sediaan (inventory processing)
  3. Buku besar (general ledger)
  4. Piutang dagang (accounts receivable)
  5. Utang dagang (accounts payable)
  6. Pembayaran gaji (payroll)
  • Sistem Informasi SDM, sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh personalia.

         Subsistem:

  1. Penggajian (payroll)
  2. Riset SDM
  3. Intelijen SDM
  4. Perencanaan SDM
  5. Perekrutan pegawai
  6. Manajemen tenaga kerja
  7. Pelaporan lingkungan